My Stories; My Life ..... from England's Oldest Recorded Town

by LKBN ANTARA's News Correspondent for the UK and Europe - 'Berita Langsung dari Sumbernya'

        Image hosted by Photobucket.com



   

Assalamu'alaikum wr.wb   

Memasuki Milenium 2001, saya Zeynita Gibbons mengawali hidup baru di negeri Kerajaan Ratu Elizabeth, Inggris.

Bersama suami JDR Gibbons (Jay) dan dua anak yang berangkat dewasa Anastasia Leah Gibbons dan Brenden Kayne Gibbons merajut hari-hari yang penuh Rahmat Allah di Colchester, Essex di UK.




   

Selamat datang ke blogku ini. Bila anda akan mengadakan acara di UK ataupun negara Eropa yang layak diberitakan lewat media massa Indonesia, silahkan hubungi saya agar acara tersebut terliput. Terima Kasih.







 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 






Upcoming Events:

Title: Edinburgh Film Festival

Location: Edinburgh, Scotland

Dates: 15 - 26 August 2007

Title: Denmark Badminton Open

Location: Odense, Denmark

Dates: 23 - 28 October 2007

Title: Young Political Leaders Conference

Location: Denmark

Dates: 24 - 28 October 2007

Title: Muslim World in Transition

Location: London, UK

Dates: 25 - 27 October 2007

Links:

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

Music:

More Coming Soon !

Emma Bunton-What took you so long

Disturbed-Down with Sickness

Disturbed-Remember

Velvet Revolver-Slither

AudioSlave-Cochise

Nickleback-Figured You Out

Santana-Smooth

Killswitch Engage-My Curse

White Zombie-More Human than Human

Shinedown-Fly From the Inside

Metallica-Wherever I May Roam

Disturbed-Stricken

Korn-Twisted Transistor

Finger Eleven-Paralyzer

Motley Crue-Kickstart My Heart

Nirvana-Come As You Are

Seether Gasoline

Hinder-Lips of an Angel

Black Light Burns-Lie

Chevelle-Well Enough Alone

Linkin Park-What I've done

Saliva-Broken Sunday

Disturbed-Stricken

Evans Blue - Cold

Linkin Park-One Step Closer

Santana-Put Your Lights On

Trapt-Stand Up

Pear Jam-EvenFlow

Ozzy Osbourne-I don' Wanna Stop

Cinderella-The Last Mile

Tool-Schism

Megadeth-Symph. of Destruction

3 Days Grace-Never Too Late

Korn-Coming Undone

Hinder-How Long

Saliva-Ladies and Gentlemen

Green Day-Boulevard of Broken Dreams

Puddle of Mudd-Famous

Hinder-Get Stoned

3 doors down-When I'm Gone

Hellyeah-You Wouldn't Know

Operator-Soulcrusher

Disturbed-Stupify

Soundtrack-Schindler's List

Soundtrack-Dances with Wolves

John Dumbar-Dances with Wolves

Blog Data:







Locations of visitors to this page

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Who links to my website?




If you want to be updated on this weblog Enter your email here:






Tuesday, December 25, 2007
BEDAH BUKU "MENYANDERA TIMUR TENGAH" DI LONDON,

London, 24/12 (ANTARA) - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah United Kingdom (PCIM UK) bekerjasama dengan KBRI London, Sabtu (22/12), menggelar bedah buku "Menyandera Timur Tengah" yang ditulis pakar dan pengamat Timur Tengah, Riza Sihbudi, yang juga Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London.

        Bedah buku merupakan kegiatan perdana PCIM UK yang dideklarasikan Februari 2007, dengan Ketua Umum, Saharman Gea, mahasiswa PhD di Queens Mary University of London (QMUL), bertujuan untuk memperkaya pemahaman dan kajian tentang Timur Tengah, sehingga Indonesia perlu belajar dari AS melalui kajian dan studi ilmiah.

        Sekretaris PCIM UK, Muhammad Izzul Haq, menyebutkan bahwa acara yang menghadirkan dua pembicara Syahrul Hidayat dari University of Exeter, dan Arianto Sangaji dari University of Birmingham, dengan moderator Joko Susanto dari LSE, juga menyepakati Timur Tengah merupakan kawasan yang penuh dengan kompleksitas dan kontradiksi.

        Dalam bedah buku itu disimpulkan, salah satu penyebab terjadi konflik dan kekerasan yang tidak habis-habisnya memenuhi pemberitaan media internasional dan nasional di Timut Tengah itu, adalah adanya kepentingan yang kuat dari hegemoni AS yang ingin mengontrol sumberdaya dan konfigurasi politik kawasan itu.

        Bedah buku yang dihadiri sekitar 40 mahasiswa Indonesia dari berbagai kota di Inggris, diantaranya dari Glasgow, Birmingham, Exeter, dan Brighton, menilai AS ingin memperoleh pasokan minyak dengan harga murah, dan menghendaki pula proses perdamaian Israel-Palestina yang sesuai dengan definisi negara adidaya itu.

        AS kemudian memaksakan perubahan rezim di Afghanistan dan Irak.

        Dalam bukunya itu, penulis menekankan politik kekuasaan hegemonik di Timur Tengah itu, pada dasarnya melanggar hukum internasional dan nilai-nilai universal.

        Salah satu buktinya, tidak ada persetujuan dari PBB dan klaim Irak memiliki senjata pemusnah masal yang sama sekali tidak berdasar.

        Dalam pengamatan penulis, AS pada dasarnya menutupi motif-motif "terselubung", baik ambisi pribadi Presiden Bush maupun kepentingan ekonomi di balik kebijakan negara itu di Timur Tengah. 

   Irak dan Afghanistan menjadi contoh nyata dari kamuflase itu, dengan memaksimalkan isu terorisme untuk memaksakan kepentingannya.

   

Kegelisahan Intelektual

 

   Menurut Syahrul Hidayat yang sedang menempuh studi Arab and Islamic Studies di University of Exeter, dalam buku itu, Riza Sihbudi menunjukkan adanya kegelisahan sekaligus "kemarahan" seorang intelektual terhadap perilaku AS.

        Posisi penulis yang dengan tegas "menelanjangi" motif sebenarnya dari AS dalam menerapkan kebijakan luar negeri di Timur Tengah itu, menjadi salah satu ciri khas yang dapat ditangkap dari buku itu.

        Perilaku itu demikian terbuka mempertontonkan "politik otot", tanpa sama sekali mau mengerti karakter dan konsekuensi dari kebijakan-kebijakannya yang membuat sekian banyak pemerhati Timur Tengah mengambil sikap tegas, seperti yang dilakukan penulis.

        Posisi itu muncul setelah penulis menampilkan analisa mengenai dinamika politik di kawasan itu dalam kaitan dengan demokrasi, fundamentalisme, revolusi, dan penjelasan mengenai politik domestik beberapa negara yang penting.

        Dalam pandangan Syahrul yang sedang menempuh PhD tentang Middle East di Exeter, Timur Tengah telah menjadi sebuah "intellectual headache" tersendiri terkait dengan kompleksitas permasalahan yang ada di dalamnya.

        Tidak saja sebuah tragedi kemanusiaan yang ada di sana, namun juga tragedi peradaban.

        Menurut Arianto yang mendalami studi tentang konflik, Timur Tengah memiliki keterkaitan erat dengan apa yang terjadi di Indonesia, seperti isu konflik dan terorisme.

        Buku ini dipandangnya sebagai buku pertama yang menjelaskan Timur Tengah secara lengkap dan tarikan antara isu mengenai konflik identitas (Islam-Kristen) ataukah motif politik ekonomi (ekspansi kapitalisme) yang melatarbelakangi konflik di Timur Tengah, menjadi narasi yang perlu ditelaah dari buku itu.

        Poppy Ismalina dari UGM yang belajar di Glasgow, mengemukakan perihal motif politik ekonomi di balik keruwetan Timur Tengah, sedangkan Amich al Humami dari Brighton, lebih melihat faktor internal seperti tribalisme Arab, menjadi sebab penting kenapa Timur Tengah masih terus didera konflik.

        Sedangkan Andri Rosadi, dengan menyitir ucapan Ibnu Khaldun mengatakan bahwa hanya Nabi-lah yang bisa menyatukan bangsa Arab yang memang punya bakat berpecah belah.

        Diskusi sepakat bahwa Timur Tengah membutuhkan banyak kajian mengingat hubungannya yang signifikan dengan Indonesia, tidak hanya konsekuensi dari politik global Amerika, tetapi juga relasi identitas yang kuat dengan masyarakat di kawasan itu.

        Namun relasi yang lebih kuat dalam aspek politik dan ekonomi belum terlalu signifikan.

        Relatif masih kosong karya-karya jernih dan objektif dari pemerhati Indonesia yang dapat menyediakan informasi untuk masyarakat, diyakini pula menjadi salah satu penyebab lemah relasi politik dan ekonomi itu.

        Buku Riza Sihbudi mengisi ruang kosong ini dan diharapkan menjadi perangsang bagi masyarakat Indonesia, untuk melanjutkan kajian-kajian Timur Tengah yang lebih kuat.  Home

       

(T-ZG/   )

 

(T.H-ZG/C/B014/B014) 24-12-2007 11:12:49

 

Posted at 03:13 am by zeynita
Make a comment  

[........] [........]